Selasa, 03 Januari 2012

Karya Sastra Angkatan 1966-1970an ; Taufik Ismail


Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik, arus kesadaran, arketip, dan absurd. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B.Jassin.

Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C.Noer, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Dharma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail, dan banyak lagi yang lainnya.

Yang sering terdengar di telinga kita adalah Taufik Ismail.
Beliau dilahirkan di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Beliau menghabiskan masa SD dan SMP di Bukittinggi dan SMA di Pekalongan, ia tumbuh dalam keluarga guru dan wartawan yang suka membaca. Ia telah bercita-cita menjadi sastrawan sejak masi SMA. Dengan pilihan sendiri, ia menjadi dokter hewan dan ahli peternakan karena ingin memiliki bisnis peternakan guna menafkahi cita-cita kesusastraannya. Ia tamat FKHP-UI Bogor pada 1963 tapi gagal punya usaha ternak yang dulu direncanakannya di sebuah pulau di selat malaka. 

Berikut beberapa Puisi hasil karya Taufik Ismail :

Puisi – Puisi Langit

Menengadah Keatas, Merenungi Ozon Yang Tak Tampak
1989
Langit masih biru di atas halaman dan kampungku
Awan dengan beberapa juta jemarinya,
saling berpegangan bergugus-gugusan
Mereka bergerak perlahan bagaikan enggan
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Aku tidak mendengar lagi suara unggas dan siamang
Seperti di desaku Baruh, di masa kanakku
Kini yang beringsut adalah gemuruh kendaraan
Menderu di jalanan kota besar
Menderu di jalanan kota sedang
Menderu di jalanan kota kecil
Semua berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Semua menanam mesin dan menabur industri
Semua memburu panen angka-angka
Bergumam dan menderam dalam paduan suara
Kemudian selesma, bersin lalu terbatuk-batuk
Punggungmu jadi terbungkuk-bungkuk
Siapa yang akan mengurutmu di bagian tengkuk
Danau yang menyimpan warna biru
kenapa engkau jadi kelam dan hijau
Sungai yang meluncurkan air berkilau
Kenapa engkau keruh, suaramu sengau
Hutan yang menutup daratan, perbukitan dan gunung
kudengar tangismu dipanggang nyala api
seraya kesakitan engkau melahirkan
luasan gurun pasir kering kerontang
Mereka menggergaji dua lubang raksasa di atas sana
Terdengarkah olehmu gemeretak suaranya
Pasukan klor yang garang membantai lapisan ozon
Dan lewat sobekan-sobekannya
menerjuni kawah stratosfer menganga

Meluncur-luncurlah gerimis sinar ultra ungu
Menusuki kulit bumi
Menusuki daun-daunan
Menusuki kulit kita
dan mengukir rajah kanker
dengan tinta ultra ungu
Dan makin panaslah kulit bumi
Engkau akan jadi penghuni padang pasir
Aku akan mengukur bentangan kersik membara
Di atas unggun ini
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Bongkahan es di kedua kutub, utara selatan
Dikabarkan meleleh perlahan-lahan
Menggenangi kota-kota pelabuhan
Di atas unggun, dikepung pasang lautan
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Mereka bertanya
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Engkau terpaksalah berkata
Ada memang getar sejuta senar gitar
Tapi kini nyanyian lagu radiasi
Yang melelehkan air mata terlambat sekali
Jatuh membasahi catatan-catatan keserakahan
Ketika semua menanam mesin dan menabur industri
Ketika semua memburu panen angka-angka
Berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Lalai membaca isyarat-isyarat demikian jelasnya
Dari Pemilik Semesta yang menitipkan ciptaanNya
Pada kita semua.

Membaca Tanda-Tanda
1982
Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air

air mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai merindukannya.


Puisi - Puisi Menjelang Tirani dan Benteng

Elegi buat Sebuah Perang Saudara
1960
Dengan mata dingin dia turun ke medan
Di bahunya tegar tersilang hitam senapan
Dengan rasa ingin ditempuhnya perbukitan
Mengayun lengan kasar berbulu dendam

Angin pun bagai kampak sepanjang hutan
Bukit-bukit dipacu atas kuda kelabu
Dada dan lembah menyenak penuh deram
Di ujung gunung lawannya sudah menunggu

Terurai kendali kuda, merentak ringkiknyaDi kaki langit teja mengantar malam tembagaLuluhlah senja dalam denyar. Api mesiuDi ujung gunung lawan rebah telungkup bahu
Angin tak lagi menderu tapi desah tertahan
Dengan kaki sombong dibalikkannya lelaki itu
Ketika senja berayun malam di dahan-dahan

Angin pun menggigiti kulit bagai gergaji
Telentang kaku di bumi. Telah dibunuh adik sendiri

Almamater
1963
Di depan gerbangmu tua pada hari ini Kami menyilangkan tangan ke dada kiri Tegak tengadah menatap bangunanmu Genteng hitam dan dinding kusam. Berlumut waktu Untuk kali penghabisan

Marilah kita kenangkan tahun-tahun dahulu Hari-hari kuliah di ruang fisika Mengantuk pada pagi cericit burung gereja Praktikum. Padang percobaan. Praktek daerah Corong anastesi dan kilau skalpel di kamar bedah Suara-suara menjalar sepanjang gang Suara pasien yang pertama kali kujamah

Di aula ini, aula yang semakin kecil Kita beragitasi, berpesta dan berkencan Melupakan sengitnya ujian, tekanan gurubesar Melepaskannya pada hari-hari perpeloncoan Pada filem dan musik yang murahan

Ya, kita sesekali butuh juga konser yang baik Drama Sophocles, Chekov atau ‘Jas Panjang Pesanan’ Memperdebatkan politik, Tuhan dan para negarawan Tentang filsafat, perempuan serta peperangan Bayang benua abad dahulu lewat abad yang kini

Di manakah kau sekarang berdiri? Di abad ini Dan bersyukurlah karena lewat gerbangmu tua Kau telah dilantik jadi warga Republik Berpikir Bebas Setelah bertahun diuji kesetiaan dan keberanianmu Dalam berpikir dan menyatakan kebebasan suara hati Berpijak di tanah air nusantara Dan menggarap tahun-tahun kemerdekaan Dengan penuh kecintaan Dan kami bersyukur pada Tuhan Yang telah melebarkan gerbang tua ini Dan kami bersyukur pada ibu bapa Yang sepanjang malam Selalu berdoa tulus dan terbungkuk membiayai kami Dorongan kekasih sepenuh hati Dan kami berhutang pada manusia Yang telah menjadi guru-guru kami Yang membayar pajak selama ini Serta menjaga sepeda-sepeda kami Pada hari ini di depan gerbangmu tua Kami kenangkan cemara halamanmu dalam bau formalin Mikroskop. Kamar obat. Perpustakaan Gulungan layar di kampung nelayan Nyanyi pohon-pohon perkebunan Angin hijau di padang-padang peternakan Deru kemarau di padang-padang penggembalaan Dalam mimpi teknologi, kami kini dipanggil Untuk menggarap tahun-tahun kemerdekaan Dan mencintai manusianya Mencintai kebebasannya.

Sumber :

Rabu, 21 Desember 2011

Resep Jus ; Terapi Kecantikan


(Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc.)
Kecantikan adalah hal yang sangat didambakan oleh semua wanita. Berbagai upaya dilakukan untuk mempercantik diri, mulai dari perawatan wajah dan bagian tubuh lain sampai operasi. Namun, sebenarnya terapi kecantikan dengan bahan-bahan alami yang ada disekitar kita memberikan manfaat yang sangat besar. Hal yang terpenting untuk tetap cantik yaitu sehat badan dan kulit yang akan memancarkan kecantikan yang lebih baik. Jadi, buah dan sayuran memegang peranan penting pada terapi kecantikan karena selain mengandung air yang penting untuk melembapkan dan menyegarkan tubuh, juga mengandung bahan lain seperti silika, oleat dan linoleat untuk mengencangkan kulit.


1.       Jus Alpukat
Bahan : (untuk 1 gelas)
·         Alpukat Uk. Sedang 1 buah
·         Susu segar 50 ml
·         Moca 1 sdm
·         Air es 100 ml
·         Es batu secukupnya

Cara :
·         Campur semua bahan, lalu blender
·         Hidangkan dengan es batu

2.       Jus Bengkuang Seledri
Bahan : (untuk 1 gelas)
·         Bengkuang dikupas kulitnya 100 g
·         Seledri batang besar 50 g
·         Air ½ gelas

Cara :
·         Campur semua bahan, lalu blender
·         Hidangkan segera


3.       Mentimun Yoghurt
Bahan : (untuk 1 gelas)
·         Mentimun dipotong-potong 100 g
·         Yoghurt polos ½ gelas
·         Bawang merah diiris halus 1 sdm
·         Es serut ½ gelas


Cara :
·         Campur semua bahan, lalu blender
·         Hidangkan segera

4.       Jus Selada Air Sawi Putih Seledri
Bahan : (untuk 2 gelas)
·         Selada air 100 g
·         Seledri batang besar 50 g
·         Sawi putih 100 g
·         Air 1 gelas
·         Es batu secukupnya

Cara :
·         Campur semua bahan, lalu blender
·         Hidangkan dengan es batu

5.       Jus Tauge Sawi Hijau Seledri
Bahan : (untuk 2 gelas)
·         Tauge 50 g
·         Seledri 50 g
·         Sawi hijau 50 g
·         Air 1 gelas
·         Es batu secukupnya

Cara :
·         Campur semua bahan, lalu blender
·         Hidangkan dengan es batu

Proses Jatuh Cinta kurang dari 5 Detik

      Cinta memang berawal dari dalam hati, tapi sebenarnya proses itu justru lebih banyak bekerja di dalam otak kita. Tahu nggak seberapa indahnya cinta pada pandangan pertama? Luar biasa ! Hal ini terjadi karena otak udah ngasih respon yang cepat. Menurut peneliti, love at the first sight ini terjadi dalam waktu 0,2 detik dengan melibatkan proses yang kompleks. Katanya sih, ada 12 spot otak yang terlibat dalam pelepasan hormone cinta emosi, seperti dopamine, oktosin, adrenalin dan vasopresi.
     Serunya bentuk rasa cinta akan diterima otak dengan proses yang berbeda. Kalau cintanya nggak bersyarat, seperti cinta ibu kepada anaknya, maka otak tengahlah yang bekerja. Nah, kalau cintanya berdasarkan nafsu, maka peran otak akan lebih kompleks. Khususnya dibagian reward yang merupakan pusat kesenangan serta bagian kognitif.
     Rasa cinta juga ditandai dengan adanya kenaikan kadar Nerve Growth Factor (NGF) dalam darah. Senyawa kimia mengalami peningkatan tajam saat seseorang terpesona oleh pasangannya. Fenomena ini membuktikan bahwa cinta pada pandangan pertama itu emang bukan cuma isapan jempol aja, tapi emang benar-benar ada.
      Nggak usah heran kalau seorang professor dari Syaracuse University, New York, bilang kalau reaksi yang terjadi dalam hati itu berasal dari otak. Dan rasa cinta itu terbentuk dari otak bukan hati. Dan seorang peneliti juga pernah mempublikasikan hasil temuannya, bahwa dengan adanya reaksi otak saat jatuh cinta, maka gangguan depresi dan emosi pada orang-orang yang jarang tahu akan rasanya cinta bisa teratasi atau berkurang. (dok. Gaul 42-2010/sumber: detikhealth.com)

Wisata ; Ciwidey - Bandung


Bingung cari tempat bagus kalau lagi berwisata di daerah Bandung ? Aku punya rekomendasi tempat wisata menarik nih buat dikunjungi. Ciwidey, Bandung. Siapa sih yang nggak tahu Ciwidey? Pasti nya kalian semua tahu dong. Ciwidey ini terkenal banget sama kebun strawberry-nya. Disini kalian bisa pilih strawberry sesuka hati, alias petik sendiri. Harga strawberry-nya itu berkisar antara 35 – 45 ribu per kilogram.
Di Ciwidey, kalian nggak cuma menikmati buah strawberry yang segar-segar saja , tetapi juga bisa berkunjung ke tempat wisata Kawah Putih.  HTM nya cukup terjangkau loh guys. Hanya sekitar Rp. 16.000,- saja, tetapi buat kalian yang ingin menuju Kawah Putih dengan mobil pribadi, kalian harus menyiapkan uang Rp. 150.000,- untuk bayar HTM mobil kesayangan kalian. Kalau aku saranin sih, kalian naik kendaraan yang sudah disiapkan sama pengelola Kawah Putih saja, supaya biaya yang dikeluarkan lebih murah. Hehehe.
Tempat wisata kawah putih ini dulunya adalah sebuah pabrik belerang (Zwavel Ontgining Kawah Putih) yang ditemukan oleh seorang Belanda bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn saat mengadakan perjalanan ke kawasan Gunung Patuha tahun 1837. Lebih dari seabad yang lalu, gunung tersebut dianggap angker oleh penduduk setempat karena merupakan tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta merupakan pusat kerajaan bangsa jin. Karenanya bila ada burung yang lancang berani terbang di atas kawasan tersebut, akan jatuh dan mati. Meskipun demikian, orang belanda yang satu ini tidak begitu percaya akan ucapan masyarakat. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya menembus hutan belantara di gunung itu untuk membuktikan kejadian yang sebenarnya terjadi di kawasan tersebut. Namun sebelum sampai di puncak gunung, Junghuhn tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah dihadapannya, dimana terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan air warna putih kehijauan. Dari dalam danau itu keluar semburan lava serta bau belerang yang menusuk. Dan dari situlah awal mula berdirinya pabrik belerang kawah putih.
Alam pemandangan disekitar kawah putih ini cukup indah; dengan air danau berwarna putih kehijauan, sangat kontras dengan batu kapur putih yang mengitari danau tersebut. Di sebelah utara danau berdiri tegak tebing batu kapur kelabu yang ditutupi lumut dan tumbuhan lainnya.
Oh ya guys, daerah wisata kawah putih ini juga pernah dijadikan tempat shootingnya Acha Septriasa dan kawan-kawan dalam film Heart loh. Penasaran kan gimana indahnya tempat itu? Jadi jangan lupa buat kalian yang sedang berwisata di daerah Bandung, luangkan waktu kalian untuk mengunjungi wisata Kawah Putih ini. Dijamin gak akan nyesel deh ^_^

Nilai-nilai musikal dari hasil pengamatan karya musik nusantara

Hal yang mewujudkan kaidah keindahan musikal dalam karya musik, yaitu:
1.       Pengolahan bunyi dan berbagai parameter dasar musik lainnya
2.       Pengolahan waktu dan diam di dalam musik
3.       Aspek harmonisasi
4.       Kedinamisan karya
5.       Aspek instrumental dan struktur komposisi
Untuk memahami unsur-unsur estetis dan etika musik yang terkandung dalam musik tradisi, modern, dan kontemporer, terdapat beberapa model pembelajaran yang bisa dikembangkan, yaitu:
1.       Apresiasi, yaitu mendengarkan atau datang langsung untuk menyaksiskan pergelaran karya-karyanya dan Anda memberikan komentator terhadap karya tersebut
2.       Pengalaman memainkan karya musik oleh Anda sendiri
3.       Pengalaman menciptakan musik berdasarkan pengalaman musikal
Ketiga model tersebut perlu dirancang agar pemanfaatan bunyi sebagai media akan optimal. Berikut ini beberapa contoh musik kontemporer Indonesia.
1.       Tetabuhan Sungut
Karya Tetabuhan Sungut dari Slamet Abdul Syukur merupakan satu karya yang dimainkan oleh sekelompok paduan suara laki-laki dan perempuan. Ide utama karya ini, yaitu mentransfer bunyi-bunyi gamelan, vokal, dan alat perkusi tradisi, seperti suara saron, kendang, dan lain-lain (dung tak gen bern jer, na no ne, e o e, …) melalui vokal manusia. Ibarat bermain gamelan, namun menggunakan mulut. Bunyi-bunyi tersebut dikemas menjadi satu kesatuan bunyi yang otonom. Bukan mengimitasi ssatu gending dan dimainkan oleh suara manusia, namun bunyi-bunyi tersebut disusun kembali hingga menajdi sebuah komposisi mandiri, musiknya terdiri atas beberapa bagian, yaitu satu bagian yang menekankan pada aspek bunyi-bunyi perkusi, saron, dan senggakan.

2.       Jalinan Kita
Karya Jalinan Kita merupakan salah satu karya dari Dody Satya Ekagustdiman yang dimainkan secara quatrophoni. Dalam teknik pementasannya, karya ini dimainkan oleh empat kelompok yang saling berhadapan secara simetris. Setiap kelompok menggunakan instrument kecapi, gelas plasik, suling, dan digunakan vokal. Cara memainkan kecapinya sendiri sangat berbeda dengan cara dalam mengiringi kawih tradisi. Cara memainkannya adalah dengan dipetik, kemudian bagian bawahnya ditekan hingga menghasilkan suara baru, atau keseluruhan kawat dibunyikan secra bersamaan (dari atas ke bawah atau sebaliknya) dengan menggunakan klaber, atau kawat-kawat kecapi itu dipukul dengan pemukul karet.
Bunyi gelas plastik yang dipukulkan satu sama lain dengan sesekali menutup bagian mulut gelasnya bisa menghasilkan perbedaaan bunyi yang diproduksi gelas tersebut. Sementara itu, suling tidak digunakan sebagai alat melodis, namun komponis memanfaatkan bunyi-bunyinya sebagai bunyi perkusi atau ritmis dan berbagai aksentuasi. Alat vokal diproduksi menjadi warna-warna suara yang cenderung aneh, seperti mengaum dan mendesis. Serta teknik komposisinya sendiri menggunakan berbagai perbedaan birama.

3.       Badingkut
Oya Yukarya menciptakan karya Badingkut. Dalam satu bagian tertentu, idenya bertolak dari eksplorasi warna-warna suara vokal manusia, seperti gaya melodi bicara dengan menggunakan suatu kalimat yang bunyi huruf vokalnya diganti dengan hanya menggunakan vokal yang sama a, i, u, e, atau o. kesan lucu dan akrab terasa pada bagian ini sehingga terkadang penonton mampu larut dalam karyanya. Tentu saja kekayaan karyanya terletak pada kemampuan menyusun bunyi-bunyi yang satu sama lain tidak selalu sama dengan menggunakan berbagai teknik komposisi yang khas.

4.       OAEO
Komposisi yang dicipta oleh Wayan Sadra yang berjudul O A E O ini terdapat kesan menarik karena dengan menggunakan vocal ini saja mampu menjadi satu karya baru. Dia memadukan vocal tersebut dengan beberapa alat perkusi dan menggunakan berbagai rangkaian melodi sebagai bahan musical tradisi dengan teknik pengulangan dan berbagai variasi di setiap bagiannya.  Warna suara vocal laki-laki dan perempuan menjadi satu kesatuan warna yang khas apalagi dalam karya ini terdapat solois-solois, namun tidak dominan.

Sumber : Seni Budaya ; Grafindo Media Pratama

Makna dan peranan musik nusantara


·         Fungsi Musik Tradisi, Modern dan Kontemporer
Fungsi musik tradisi, modern dan kontemporer Nusantara adalah sebagai berikut.
a.       Fungsi musik tradisi Nusantara, yaitu sebagai berikut :
1.       Hasil ekspresi masyarakat dalam musik-musik kedaerahan
2.       Identitas daerah tempat musik itu berasal
3.       Wujud intelektual keindahan masyarakat tertentu
4.       Wujud kekayaan bangsa yang  mempererat aspek-aspek kedaerahan

b.      Fungsi musik modern Nusantara, yaitu :
1.       Implementasi perkembangan teknologi maupun budaya
2.       Tindak lanjut dari musik yang pernah berkembangan sebelumnya
3.       Suatu fenomena budaya, musik pun mendapat pengaruh gobalisasi
4.       Hasil akulturasi penciptaan musik dan berbagai hal kemajuan ilmu pengetahuan

c.       Fungsi musik kontemporer Nusantara, yaitu :
1.       Mengembangkan jenis musik baru, baik yang berakar pada tradisi maupun tidak
2.       Aktualisasi gaya bermusik para komponis
3.       Wujud ditemukan dan berkembangnya gramatika musik
4.       Suatu fenomena bahwa semua sumber bunyi bisa menjadi musik

·         Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Musik Tradisi dan Modern
Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap karya musik tradisi, modern, dan kontemporer adalah:
a.       Nilai ritual dengan berbagai pengertian menurut estetika musiknya
b.      Nilai kekayaan intelektual bagi penggagas dan komponis musik
c.       Nilai ekonomi jika musik yang dihasilkan mendapatkan aspek-aspek ekonomi
d.      Nilai sosial sebagai perekat apresiasi bagi setiap kalangan
e.      Nilai humanistik bahwa setiap karya musik adalah wujud pikir budaya dan kemanusiaan
Sumber : Seni Budaya ; Grafindo Media Pratama

Anak Jalanan Juga Membutuhkan Pendidikan


Pada saat SMA, saya melakukan sebuah pengamatan mengenai hadir tidaknya pendidikan diantara anak jalanan yang tinggal di salah satu stasiun kereta api di Jakarta. Hal yang melatarbelakangi saya untuk melakukan pengamatan ini adalah perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap kehidupan anak jalanan yang semakin meningkat. Hal ini didorong oleh rasa kemanusiaan yang muncul saat melihat kondisi anak jalanan yang makin terpuruk dan tampil dalam kehidupan yang kian tak menggembirakan.
Keberadaan anak jalanan menurut Pusat Data dan Informasi Depsos pada tahun 2004 sebesar 98.113 anak. Jumlah tersebut tersebar di 30 provinsi. Sebagai bahan perbandingan pada tahun 1999, berdasarkan hasil survei dan pemetaan sosial anak jalanan yang dilakukan oleh Unika Atmajaya Jakarta dan Depsos dukungan Asia Development Bank, jumlah anak jalanan yang sebesar 39.861 anak yang tersebar di 12 kota besar termasuk di Ibu Kota Jakarta. Besarnya angka ini menunjukan bahwa angka keberadaan anak jalanan kian hari makin bertambah.
         Anak jalanan merupakan masalah kesejahteraan sosial yang perlu ditangani oleh pemerintah. Kecenderungan semakin meningkatnya jumlah anak jalanan merupakan fenomena yang nyata dan harus segera ditingkatkan dari segi penangananya secara lebih baik. Jika permasalahan ini tidak segera ditangani maka dikhawatirkan menimbulkan masalah baru. Sebagaimana diketahui situasi dan kondisi kehidupan di pinggir jalan sangat keras dan membahayakan bagi anak–anak. Seperti ancaman kecelakaan, ekploitasi, penyakit, kekerasan, perdagangan anak, dan pelecehan seksual.
Anak jalanan umumnya berasal dari keluarga yang kondisi ekonominya lemah. Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. Mereka berasal dari kota setempat, kota lain terdekat, atau provinsi lain. Ada anak jalanan yang tempat tinggal ibunya berbeda dengan tempat tinggal ayahnya dikarenakan pekerjaan, menikah lagi ataupun cerai. Ada pula anak jalanan yang masih tinggal bersama keluarganya, ada yang tinggal terpisah tetapi masih sering pulang ke tempat keluarganya, dan ada yang sama sekali tidak pernah tinggal bersama keluarganya atau bahkan ada anak yang tidak mengenal keluarganya sama sekali.
Pendidikan adalah hal terpenting untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Anak jalanan pada hakikatnya adalah anak-anak yang sama seperti anak-anak seusia mereka yang hidup dalam kondisi berkecukupan. Mereka mempunyai cita-cita yang besar untuk menjadi seseorang yang lebih baik dikemudian hari. Mereka merupakan tunas-tunas bangsa yang perlu dibimbing sejak dini. Mereka membutuhkan pendidikan yang layak dan dalam pemenuhannya harus memperhatikan aspek perkembangan fisik dan mental mereka agar mereka dapat dengan mudah menerima pendidikan dan menjalankannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
         Namun sangat disayangkan, program pendidikan untuk anak yang kurang mampu belum sepenuhnya terlaksana dan belum tersebar secara merata. Fakta yang saya dapatkan pada saat melakukan pengamatan di stasiun tersebut adalah hanya sebagian besar anak jalanan yang mampu mengenyam pendidikan, baik itu formal ataupun informal. Faktor ekonomi menjadi penyebab utama sulitnya anak jalanan mendapatkan pendidikan yang layak.
         Salah seorang anak jalanan yang saya wawancarai mengatakan bahwa dia bersekolah, namun tidak disekolah yang formal. Dia bersekolah di sebuah sekolah yang dikhususkan untuk membina dan mengajarkan anak-anak jalanan. Sekolah tersebut terletak di Terminal Depok. Banyak orang mengenal sekolah tersebut dengan sebutan sekolah Master atau Masjid Terminal. Ternyata, anak-anak jalanan yang bersekolah disana mendapatkan laporan hasil belajar (raport) yang diturunkan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.
         Ini akan menjadi sebuah pandangan manis ketika kita mengetahui pemerintah masih sangat peduli terhadap pembinaan pendidikan bagi anak yang kurang mampu. Beruntungnya bagi kita yang hidup dalam kecukupan dan mampu mendapatkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Semoga pemberian pendidikan bagi anak yang kurang mampu dapat dilaksanakan di kota-kota besar lainnya, agar dunia pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.